Sabtu, 11 Mei 2019

Tidur dan Bermimpi atau Bangun dan Mewujudkannya?

“Bermimpi lah hingga mimpimu ditertawakan dan
dianggap konyol oleh orang lain.”

Dalam pengertian umum mimpi adalah bunga tidur. Ketika sudah bangun, mimpi adalah bunga kehidupan yang menjadi suatu tujuan kita dalam kehidupan. Mimpi pasti dimiliki oleh semua orang tanpa terkecuali. Tidak ada satu pun orang yang boleh melarang orang lain bermimpi. Jika ada yang melarang, maka dapat dikatakan bahwa orang tersebut memiliki mimpi yang tidak pernah bisa ia wujudkan.
Semua orang memiliki mimpinya masing-masing. Semua orang memiliki impiannya masing-masing. Dan semua orang memiliki jalannya masing-masing untuk menggapainya. Namun, tidak semua orang memiliki tekad dan keinginan yang kuat untuk mencapainya. Tidak sedikit yang memiliki mimpi hebat tetapi bingung bagaimana untuk mewujudkannya.
Mungkin ketika ada yang berkata “tinggal berusaha keras doang biar kewujud tuh mimpi”. Mengatakannya memang sangat mudah tetapi dibalik hal itu terdapat rintangan yang sangat berat.
Mimpi itu bagaikan Benteng Takeshi. Banyak rintangan dan tidak sedikit yang ingin sampai di sana tetapi tidak sedikit pula yang gagal. Rintangannya banyak dan sudah menunggu untuk menggagalkan kita agar tidak sampai di depan Benteng Takeshi. Ketika sudah berada di depan Benteng, kita masih harus menghadapi penguasannya untuk mendapatkan Benteng Takeshi tersebut dan tidak sedikit yang gagal walau tinggal selangkah lagi untuk mendapatkannya.
Mimpi juga seperti itu, walau tinggal selangkah lagi untuk menggapainya tetap saja akan ada sebuah penghalang besar yang siap menggagalkan. Di sini lah tekad dan sikap pantang menyerah harus teguh ditanamkan dalam jiwa untuk menggapai sebuah mimpi.