Judul : PENGANTAR ILMU SEJARAH
Penulis : Kuntowijoyo
Penerbit : Tiara Wacana
Tahun Terbit : 2013
Halaman : 160
Sinopsis :
Sebelum mengupas buku ini, ada baiknya kita mengenal pengarang buku ini. Kuntowijoyo adalah seorang sejarawan, pengamat kebudayaan, serta pengarang novel dan sajak. Beliau lahir di Sorobayan, Bantul, Yogyakarta, pada 18 September 1943. Lulusan S1 Jurusan Sejarah Fakultas Sastra dan Kebudayaan (sekarang Fakultas Ilmu Sejarah) di Universitas Gadjah Mada. Melanjutkan kuliah di University of Connecticut dan di Columbia University sampai meraih gelar Ph.D Ilmu Sejarah (1990) dengan disertasi berjudul “Social Change in an Agrarian Society: Madura 1850-1940”. Banyak sekali hasil karya beliau yang mudah sekali ditemukan.
Dalam prakata buku ini, beliau (Kuntowijoyo, selanjutnya disebut “penulis”) bercerita tentang lika liku dalam pembuatan buku ini. Dan orang-orang yang berperan baik langsung maupun tidak langsung. Sehingga, terbitlah buku ini dengan harapan agar dapat berguna bagi para pembaca. Menurut penulis, buku ini dimaksudkan untuk semua kalangan, umum maupun akademis. Dan juga beliau berharap saran dan masukan dalam setiap kesalahan di buku ini.
Buku ini dibagi menjadi 12 (dua belas) bab. Bab pertama menjelaskan pengertian sejarah dan penjelasannya, baik secara umum maupun khusus, positif serta negatif. Pengarang juga menjelaskan dengan gamblang perbedaan penggunaan kata “sejarah” (dengan huruf “s” kecil), dan Ilmu Sejarah (dengan penambahan kata “Ilmu”). Dalam bab ini juga dijelaskan kata-kata yang memakai istilah sejarah seperti guru sejarah, pegawai sejarah, pencatat sejarah, pelaku dan saksi sejarah, serta penulis dan peneliti sejarah.
Bab kedua menuliskan kegunaan sejarah. Menurut penulis, kenyataan bahwa sejarah terus ditulis orang, di seluruh peradaban dan sepanjang waktu, cukup menjadi bukti bahwa sejarah itu perlu. Guna sejarah dibagi menjadi dua, yaitu intrinsik dan ekstrinsik. Dalam intrinsik terbagi lagi menjadi empat, yaitu sejarah sebagai ilmu, cara mengetahui masa lampau, pernyataan pendapat dan sejarah sebagai profesi. Guna ekstrinsik juga dibagi menjadi sebelas, yaitu sejarah sebagai pendidikan moral, pendidikan penalaran. pendidikan politik, pendidikan kebijakan, pendidikan perubahan, pendidikan masa depan, pendidikan keindahan, ilmu bantu, latar belakang dan sebagai bukti.
Bab tiga berisi tentang sejarah penulisan sejarah atau historiography yang lebih menekankan pada sejarah Eropa. Eropa dipilih sebagai rujukan karena sejarah panjang Eropa yang sudah ada dari zaman kuno di mana sistem pengetahuan sudah berkembang jauh, maka menjadikan Eropa sebagai rujukan dalam penulisan sejarah.
Bab keempat berfokus pada sejarah sebagai ilmu dan seni, karena dua hal tersebut adalah sesuatu yang berbeda. Pada bab ini dibahas mengenai sejarah sebagai ilmu memiliki metode, teori, dll. Sejarah juga dapat dikritik dan memberikan sumbangan ilmu. Selain itu sejarah bukan hanya sebagai ilmu, tetapi dapat juga sebagai seni. Sejarah erat kaitannya dalam seni, terutama dalam permainan imajinasi. sejarah juga dapat dikritik dan memberikan sumbangan sebagai seni.
Bab kelima menjelaskan tentang pendidikan sejarawan. Juga dijabarkan kurikulum yang sesuai serta rekomendasi SKS dan mata kuliah. Dibahas pula tentang mereka yang disebut sejarawan yang terdiri dari tiga golongan sejarawan menurut pendidikannya yakni, sejarawan profesional, sejarawan dari disiplin ilmu lain, dan sejarawan dari masyarakat. Lalu dibahas juga mengenai kajian, historiografi, ilmu bantu dan bahasa untuk mempermudah mempelajari sejarah.
Dalam bab keenam, dikemukakan tentang penelitian sejarah yang memiliki 5 tahap, yaitu pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi (kritik sejarah dan keabsahan sumber), interpretasi (analisis dan sintesis), serta penulisan. Disini ditekankan bahwa sejarah tidak melulu berupa sejarah politik, kerajaan, dan negara namun juga ada sejarah lainnya seperti sejarah pertanahan, sejarah olahraga, serta sejarah budaya dan seni.
Bab ketujuh mengungkapkan hubungan antara ilmu sejarah dan ilmu-ilmu sosial lainnya. Hubungan antara keduanya merupakan hubungan timbal balik yang saling menguntungkan. Penjelasan sejarah selalu didasarkan pada ilmu-ilmu sosial, begitu pula sebaliknya, ilmu sosial selalu menjadikan sejarah sebagai salah satu pembahasannya.
Bab kedelapan dijelaskan mengenai kekuatan-kekuatan sejarah. Menurut penulis, mengutip dari Carl G. Gustavon, dalam A Preface of History, mengidentifikasikan enam kekutan sejarah, yaitu ekonomi, agama, institusi (terutama politik), teknologi, ideologi, dan militer. Oleh sang penulis ditambah tujuh kekuatan lagi, yakni individu, seks, umur, golongan, etnis dan ras, mitos, serta budaya.
Di bab kesepuluh penulis menerangkan kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh sejarawan, seperti pemilihan topik, kesalahan pengumpulan sumber, kesalahan verifikasi, kesalahan interpretasi, dan kesalahan penulisan.
Bab sebelas membahas mengenai sejarah dan pembangunan. Dalam pembangunan dijelaskan mengenai kasus-kasus yang pernah terjadi dalam pembangunan baik itu dalam ekonomi, pertanian, pendidikan, maupun agama.
Kelebihan
Sampul dari buku jika diamati lebih mendalam akan terlihat menarik karena menggambarkan orang-orang yang ingin melihat dunia luar yang harus berusaha terlebih dahulu sebelum dapat melihat, yaitu dengan menaiki anak tangga yang cukup banyak untuk sampai ke tempat melihat dunia luar. Hal itu memberitahu kita bahwa salah satu aspek penting dari sejarah adalah prosesnya. Lalu isi dari buku ini sendiri dapat dikatakan sangat baik karena penulis menulis buku ini dengan kata-kata yang mudah dipahami, dengan kalimat sederhana yang singkat namun sudah menjelaskan apa yang dimaksud. Buku ini adalah buku pegangan wajib bagi mereka yang suka sejarah, mahasiswa, dosen, peneliti, dll. Karena buku ini adalah pengantar bagi mereka yang mempelajari sejarah.
Sampul dari buku jika diamati lebih mendalam akan terlihat menarik karena menggambarkan orang-orang yang ingin melihat dunia luar yang harus berusaha terlebih dahulu sebelum dapat melihat, yaitu dengan menaiki anak tangga yang cukup banyak untuk sampai ke tempat melihat dunia luar. Hal itu memberitahu kita bahwa salah satu aspek penting dari sejarah adalah prosesnya. Lalu isi dari buku ini sendiri dapat dikatakan sangat baik karena penulis menulis buku ini dengan kata-kata yang mudah dipahami, dengan kalimat sederhana yang singkat namun sudah menjelaskan apa yang dimaksud. Buku ini adalah buku pegangan wajib bagi mereka yang suka sejarah, mahasiswa, dosen, peneliti, dll. Karena buku ini adalah pengantar bagi mereka yang mempelajari sejarah.
Kekurangan
Cukup sulit untuk mencari yang aslinya, kalau pun ada harganya relatif mahal. Dari isinya pun cukup membosankan untuk yang mulai membaca.
Cukup sulit untuk mencari yang aslinya, kalau pun ada harganya relatif mahal. Dari isinya pun cukup membosankan untuk yang mulai membaca.
